Postingan

Merasakan Sekarang

Hai, apa kabar? Beberapa waktu lalu aku sering melihat status dari teman-temanku semasa sekolah. Mereka terlihat bahagia. Ada yang baru lulus kuliah, ada yang sedang menghadiri semacam pertemuan di tempat kerja, ada yang sedang liburan, bahkan banyak. dari mereka yang sudah menikah. — Aku kira aku ini masih remaja ಥ⁠╭⁠╮⁠ಥ Tidak ada yang salah, justru aku senang karena teman-temanku terlihat bahagia. Tapi terkadang itu membuatku cemas. Aku memandang diriku tidak se-berhasil mereka, dan aku tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan pada dunia. Walaupun dengan rasa senangku melihat mereka bahagia juga sering menaikkan semangatku. "Mereka bisa, kok. Kamu juga bisa.", itu yang sering dikatakan kepala kosong ini. Sejak lama aku bersumpah pada diriku untuk tidak menyesali pilihan yang aku buat. Dulu aku (bisa dibilang) terlalu santai saat sekolah sampai akhirnya aku tidak lolos SNMPTN. Sesekali terbesit di kepalaku jika aku lebih serius mungkin aku sekarang sudah bergelar S1. Tapi tak a...

Untuk dikenang bgn. II

Gambar
BOYS' DAY OUT - 21.03.025

Bulan Sabit

Aku kira, aku sudah melewatimu Ternyata tidak juga, hampir Namun kamu mendatangiku saat aku setengah mati Ketika angan-anganku menjadi batasnya Tersadar, aku belum bisa menghapusmu Dengan segala tentangmu yang tak seberapa itu Lagi, saat aku sudah lupa denganmu Kamu kembali seperti bulan sabit Seperti yang selalu kamu katakan di profilmu

Dua Ekor Ulat

Jadi hari ini ini aku lihat ada dua ulat di tanaman anggur di pekarangan rumah, bertepatan dengan tanaman itu mulai berbuah. Setelah diberi tahu oleh tetangga yang gemar berkebun, ketika tanaman anggur mulai berbuah, sebaiknya kita memangkas/memetik daun di sekitar buahnya agar nutrisi yang dialirkan ke dahan tersebut terfokuskan ke buahnya. Kemudian setelah aku renungi sejenak, otakku yang tidak seberapa ini seakan mendapatkan momen eureka-nya. Jika 1.) ulat memakan dedaunan, dan 2.) kita sebaiknya melakukan  pruning  pada tanaman yang baru berbuah, maka aku rasa aku tidak perlu menyingkirkan ulat-ulat itu dari tanaman anggurku. Pun dua ekor ulat tidak akan makan seberapa banyak daun. Kemudian aku terpikir, "Apa seperti inilah awal mula ekosistem itu terbentuk?" Tanaman mulai tumbuh, diikuti dengan datangnya spesies-species pemakan tanaman, kemudian datang para pemakan spesies yang memakan tanaman, dst. Hehe... Apakah dengan aku membiarkan ulat-ulat itu hidup akan mendatangk...

Yang Seharusnya

Ulat. Apa yang terlintas di kepalamu saat mendengar kata itu? Mungkin hama, tukang makan, perusak tanaman. Tapi aku punya pembelaan. Entah ini benar atau tidak, tapi jika kita membiarkan alam bekerja dengan sendirinya, ulat hanya salah satu bagiam dari rantai makanan. Dan semuanya selalu seimbang dengan alam. Di alam liar, ekosistem akan selalu menyeimbangkan dirinya sendiri, dan rantai makanan adalah hal yang sangat rapuh. Jika sesuatu terjadi pada salah satu dari bagian rantai itu, maka ekosistem itu akan runtuh secara perlahan. Lalu, apa hubungannya dengan ulat? Jika kita melihat rantai makanan, rantai sederhana yang kita dapat adalah: tumbuhan-> ulat-> burung Jika ulat menghilang, maka burung juga akan hilang. Sedangkan tumbuhan yang dihinggapi ulat juga butuh kupu-kupu untuk penyerbukan. Pembelaanku adalah, jika ada ulat di tamanmu, memang sudah seharusnya ada ulat disana. Tamanmu akan hidup jika rantai makanan itu ada. Dan aku tidak bicara soal agrikultur. Itu bahasan lain....

Sepi (Tapi Tidak Juga)

Apa yang kamu lakukan ketika tidak ada kegiatan? Waktu lebaran seperti ini biasanya seisi rumah pergi mengunjungi sanak keluarga. Dan biasanya aku tidak ikut karena beberapa alasan. Disaat itu aku bisa sedikit lebih bebas di rumah. Bisa diam saja di rumah menonton film dan bolak-balik menggeser layar hp, Atau... bereksperimen di dapur dengan bahan-bahan seadanya. Kali ini, aku membuat minyak bawang. Bahan utamanya hanya 2: Minyak dan bawang putih. Aku hanya mencincang bawang putih sampai cukup halus, masukkan ke minyak goreng, dan masak dengan api (sangat) kecil sampai warnanya berubah kuning kecoklatan. matikan kompor dan tunggu sampai dingin kemudian masukkan ke dalam wadah untuk disimpan di dalam kulkas. Itu saja. Bisa juga ditambahkan garam selagi memasak. Sedikit saja sekadar menambahkan rasa gurih. Setelah aku coba, ternyata minyak bawang yang aku buat rasanya lumayan untuk percobaan pertama. Mungkin minyak ini lebih cocok untuk campuran masakan yang rasanya sederhana. Seperti te...

Bagaimana Kabarmu?

Hai, lama tak berjumpa. Lelah sekali rasanya beberapa tahun terakhir ini. Sejak pandemi semua berubah drastis. Semua yang mudah dan dipenuhi kebahagiaan, mulai berubah menjadi kesulitan dan berat hati. Sering kali aku hanya bisa diam dan memandangi langit-langit kamarku. Kenyataan memukulku keras sekali. Dulu aku kira menjadi dewasa itu menyenangkan. Ternyata tidak juga. Menjadi anak kecil dengan segala keterbatasan pengetahuan akan kehidupan nyata adalah berkah. Tidak sekalipun pernah kulihat anak yang normal termenung memikirkan kehidupan. Mereka bahagia tanpa alasan. Aku tidak bilang kalau aku depresi. Hanya saja belakangan ini aku mulai sedikit tertawa. Sulit rasanya untuk tertawa dengan banyak hal yang mempersulit keadaan yang sudah sulit.  Juga, aku sangat sering kehilangan semangat. Tidak lagi aku sangat bersemangat akan hal-hal yang dulu jadi obsesiku. Bahkan sebaliknya, aku hanya ingin diam menikmati kesunyian dan menatapi langit malam yang cerah. Tapi aku jalani semuanya ...

Anomali

Gambar
Pagi hari ditemani playlist  lofi , langit temaram. Suasana paling nyaman yang aku rasakan. Ditambah kosongnya hari, sempurna. Menjadi latar untuk mengingat kembali waktu-waktu yang lebih baik. Masa-masa di mana waktu lebih lambat. Tak terbesit sedikitpun di pikiran tentang kulit berkerut dan tenaga yang terkuras. Ketika dunia terbuka di depan mata, dan aku berjalan diatasnya sebagai kanvas kosong. Ketika aku sibuk berlarian ke sana kemari. Kini, hari-hari melelahkan. Meskipun aku hanya merebah sepanjang hari, pikiranku yang membuatku lelah. Rutinitas yang nyaris serupa. Momen yang tidak umum akan terasa menyenangkan. Melepaskan diri dari bisingnya siang. Dan membiarkan diri tenggelam dalam ketenangan. Sesekali menjalani sesuatu yang berbeda tidak akan menyakitiku, kurasa.

"Nikmati saja."

Menurunkan harapan untuk hal-hal yang dianggap penting itu perlu. Aku kembali diingatkan akan hal itu setelah tim sepak bola kesayanganku semakin kecil peluangnya untuk jadi juara musim ini. Sebenarnya ini memang tidak terlalu penting, sih. Jadi juara ataupun tidak, mereka tidak kenal aku. Jadi apa untungnya buat mereka kalau tahu aku mendukung mereka? Ini hanya sebuah simbiosis komensalisme. Oke, kembali ke topik. Harapan membuat manusia tegerak. Dalam konteks ini, manusia akan melakukan banyak hal agar harapan mereka bisa tercapai. Sampai sering kali lupa untuk menikmati proses. Saat masih sekolah dulu, aku punya cita-cita jadi astrophysicist . Katakanlah seperti Neil deGrasse Tyson. — Walaupun dulu aku belum tahu siapa dia. Sekarang, aku punya angan-angan untuk menjadi penulis novel. Salah satu alasan aku membuat blog ini adalah untuk membiasakan diriku untuk menulis. Tapi sering kali aku sangat terpaku untuk menyelesaikan cerita yang aku tulis tanpa menikmati proses menulis itu sen...

Kembali Berkelana, dan Sebaliknya

Gambar
Hmm... dia di sini, Tapi entah kemana Rasanya aneh Atau mungkin, Dia memang jauh Ia hadir, Tapi hatinya berkelana Mungkin sudah waktunya Bergerak mengikuti arah hati Ah, sebaiknya ku biarkan saja Mungkin ia mencari rumah baru Jika memang ia tak menemukannya Kelak ia akan kembali Ke tempat yang akan selalu menjadi rumah

Seperti Waktu, Semuanya Berlalu

Kemarin, sepertinya aku melihat dia. Aku sendiri tidak yakin. Seorang yang dulu pernah aku cintai. Berdiri, Ia menjatuhkan pandangannya ke segala arah. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang. Bisa saja ojek online yang ia pesan, atau dia yang meminangnya saat pernikahan. Bagaimanapun, Ia terlihat indah dengan segala sesuatu yang ada dalam dirinya. Ya, dia bukanlah milikku. Tapi setiap melihatnya, hati ini terasa gerah. Aku hanya bisa mengagumi dari kejauhan. Bukan jarak, tapi jurang pemisah yang semu. Dia milik orang lain. Orang-orang bilang bahwa tingkatan tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan. Itu mudah. Yang lebih dalam bagiku adalah ikut bahagia ketika melihat mereka yang berarti bagiku bahagia. Dan aku bahagia. Sama seperti mereka.

(D)evolusi?

Gambar
Tahun 2022 berlalu begitu cepat. Tidak terasa sekarang sudah tahun yang baru, 2023. Entah apa saja yang aku kerjakan selama tahun lalu. Aku berharap, diriku masih seperti dulu. Tapi tidak. Aku berubah. Beberapa orang bilang tubuhku lebih berisi. Tapi itu mudah untuk diubah.  Aku takut diriku yang berubah. Bukan soal penampilan, tapi soal jati diri. Memang beberapa bulan ini aku sering berpikir "Whatever happens, happens." untuk membiasakan diri kalau aku memang kadang tidak sebaik yang aku harapkan. Tidak seperti yang ada di dalam angan-anganku. But here I stood my ground. I'm up for a change, for the worst or the best have yet to come.

Sebaran Jala Keributan

Gambar
  Begini ... yang kupikir, STY bicara begini, BUKAN karena dia bergantung ke ketum atas pekerjaanya. Tapi karena dia ikut prihatin dan mungkin merasa bertanggung jawab atas nama federasi karena tragedi yang terjadi, sedangkan mereka keparat-keparat di PSSI cuci tangan. Tidak seharusnya seorang pelatih merasa bertanggung jawab atas kegagalan sistem federasinya. Dia hanya bisa "makan apa yang ada di hadapannya". Jikalau memang STY keluar karena pengurus PSSI dirombak total, aku percaya karena murni dia merasa prihatin dan merasa menjadi bagian dari federasi yang rusak itu. Toh, jika memang STY yang terbaik buat Indonesia, dia akan dipanggil kembali. Lebih baik tenaga yang ada sekarang ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di depan mata. Seperti menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut dan menyelesaikan urusan dengan keluarga para korban. Kemudian benahi federasi sedikit demi sedikit. Agar tidak ada yang merasa sakit, karena hilang cua...

Tersesat, Hilang Arah

 Hari ini aku menyadari sesuatu (meskipun seharusnya aku sudah paham akan hal itu). Bahwa, semuanya akan berganti. Mereka yang ada di sini bersamaku suatu saat nanti akan pergi. Entah meniti jalan baru, atau hilang selamanya. Aku tidak bisa berharap semuanya selalu ada. Dan... Itulah yang menyedihkan. Aku pun saat ini sedang hilang. Tubuhku ada di sini tapi hati ini rasanya tersesat. Tak tahu kemana harus pergi. Aku sudah mencoba mencari jalan untuk menemukan peradaban, tapi belum juga sampai. Bukannya aku tak percaya pada kekuasaan tuhan, hanya saja rasanya hampir mau menyerah. Mungkin memang aku harus lebih kuat dan terus mencoba mencari, mencari jalan keluar dari gua yang gelap ini. You know to keep your hopes up high, and your head down low.

Untuk Dikenang bgn. I

Gambar
16-06-2022 & 17-06-2022

Dua Rasa yang Berlawanan

 Hari ini ada yang tidak biasa. Rasanya membingungkan. Entah apakah aku harus merasa tertipu atau benar-benar merasa kasihan. Awalnya, hari ini berjalan biasa saja. Aku bangun pagi karena hari ini aku ada pekerjaan, berangkat pukul 09.00 untuk melakukan instalasi jaringan internet di tempat klien. - Ya, saat ini saya bekerja sebagai teknisi jaringan internet. Sampai di waktu siang menjelang sore hari, di klien ke dua, yang merupakan toko alat tulis kantor kecil, seorang perempuan datang kesana (tempat saya mengerjakan instalasi - Toko ATK tersebut diatas), membawa totebag  hijau besar. Yang saya kira-kira perempuan itu masih SMP atau kelas awal SMA. Dia datang dan menawarkan klien saya (si pemilik toko) pempek yang ia bilang dari sekolahnya dan masih segar, dalam artian baru dibuat (sesuai dengan yang saya pahami saat itu). Si pemilik toko menolak dengan sopan dan beralasan bahwa ia baru saja makan siang. Perempuan itu terus merayu tetapi si pemilik toko tetap menolak dengan s...

Oranye dan Enak

Gambar
Hai, kali ini saya akan posting cerita. Saya menulis cerita ini dengan imajinasi seadanya dan sekali tulis. Jadi yang saya posting disini tidak akan di revisi dan cerita ini kemungkinan besar akan ada lanjutannya. Untuk membaca ceritanya bisa klik tautan di bawah ini: Jeruk Masam Cerita ini terinspirasi dari lagu ciptaan band Joyce Manor yang judulnya Orange Julius. Untuk mendengarkan lagunya bisa klik tautan ini: Joyce Manor - Orange Julius

Cermin dan Mesin Waktu

Gambar
Oke, ada sesuatu yang harus saya tuangkan disini, dan ini akan menjadi pengingat untuk saya ketika menulis di blog ini. Pertama , blog ini dibuat untuk menuangkan isi pikiran saya tanpa harus merisaukan pendapat orang lain terhadap apa yang saya tuliskan. Blog ini saya buat sebagai safe space , di mana saya dapat menuliskan apa saja yang sekiranya ingin saya tuangkan ke dalam tulisan tanpa harus takut dengan pendapat orang lain yang tidak setuju dengan tulisan saya. Karena hal itu juga, saya tidak akan menyelipkan tautan media sosial saya di sini. Karena setelah saya perhatikan lebih dalam, platform lain, utamanya media sosial seakan menjadi ajang pembuktian akan kebenaran diri seseorang. Terlalu banyak orang bertengkar di media sosial hanya karena perbedan pendapat. Padahal jika kita berpikir lebih dalam, segala sesuatu di dunia maya itu sifatnya - yang mengejutkan - maya, atau semu. Semua like yang kita dapat, semua komentar baik ataupun buruk di media sosial, tidaklah sepenuhnya ny...

Ribut-ribut Bahasa

Gambar
  Keseruan hari ini, melihat orang dari negera tetangga ribut soal bahasa resmi ASEAN. Bapak yang diatas itu menanggapi ketidaksetujuan tersebut dan melontarkan jawaban yang saya asumsikan sebagai jawaban dari orang Indonesia. Saya akan coba menanggapi "jawaban" tersebut. Oke, jika memang faktanya demikian (saya terlalu malas untuk mencari lebih detail tentang ini), ya sudah sewajarnya usulan menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa resmi kedua di ASEAN ditolak. Kenapa? Karena bahasa melayu (setidaknya di Malaysia) erat kaitannya dengan suku dan mungkin agama. Mereka memberikan status berbeda-beda pada warganya. Dalam dunia orang melayu, mereka yang disebut "Orang Melayu" pastilah beragama islam. Jika mereka bukan beragama islam, maka mereka di luar dari dunia melayu tersebut, meskipun secara etnis memang mereka orang melayu. Jadi, orang keturunan bangsa lain yang tinggal di Malaysia jika memang beragama islam maka akan tetap disebut orang melayu. Dengan hal tersebut...