Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Yang Seharusnya

Ulat. Apa yang terlintas di kepalamu saat mendengar kata itu? Mungkin hama, tukang makan, perusak tanaman. Tapi aku punya pembelaan. Entah ini benar atau tidak, tapi jika kita membiarkan alam bekerja dengan sendirinya, ulat hanya salah satu bagiam dari rantai makanan. Dan semuanya selalu seimbang dengan alam. Di alam liar, ekosistem akan selalu menyeimbangkan dirinya sendiri, dan rantai makanan adalah hal yang sangat rapuh. Jika sesuatu terjadi pada salah satu dari bagian rantai itu, maka ekosistem itu akan runtuh secara perlahan. Lalu, apa hubungannya dengan ulat? Jika kita melihat rantai makanan, rantai sederhana yang kita dapat adalah: tumbuhan-> ulat-> burung Jika ulat menghilang, maka burung juga akan hilang. Sedangkan tumbuhan yang dihinggapi ulat juga butuh kupu-kupu untuk penyerbukan. Pembelaanku adalah, jika ada ulat di tamanmu, memang sudah seharusnya ada ulat disana. Tamanmu akan hidup jika rantai makanan itu ada. Dan aku tidak bicara soal agrikultur. Itu bahasan lain....

Sebaran Jala Keributan

Gambar
  Begini ... yang kupikir, STY bicara begini, BUKAN karena dia bergantung ke ketum atas pekerjaanya. Tapi karena dia ikut prihatin dan mungkin merasa bertanggung jawab atas nama federasi karena tragedi yang terjadi, sedangkan mereka keparat-keparat di PSSI cuci tangan. Tidak seharusnya seorang pelatih merasa bertanggung jawab atas kegagalan sistem federasinya. Dia hanya bisa "makan apa yang ada di hadapannya". Jikalau memang STY keluar karena pengurus PSSI dirombak total, aku percaya karena murni dia merasa prihatin dan merasa menjadi bagian dari federasi yang rusak itu. Toh, jika memang STY yang terbaik buat Indonesia, dia akan dipanggil kembali. Lebih baik tenaga yang ada sekarang ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di depan mata. Seperti menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut dan menyelesaikan urusan dengan keluarga para korban. Kemudian benahi federasi sedikit demi sedikit. Agar tidak ada yang merasa sakit, karena hilang cua...

Ribut-ribut Bahasa

Gambar
  Keseruan hari ini, melihat orang dari negera tetangga ribut soal bahasa resmi ASEAN. Bapak yang diatas itu menanggapi ketidaksetujuan tersebut dan melontarkan jawaban yang saya asumsikan sebagai jawaban dari orang Indonesia. Saya akan coba menanggapi "jawaban" tersebut. Oke, jika memang faktanya demikian (saya terlalu malas untuk mencari lebih detail tentang ini), ya sudah sewajarnya usulan menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa resmi kedua di ASEAN ditolak. Kenapa? Karena bahasa melayu (setidaknya di Malaysia) erat kaitannya dengan suku dan mungkin agama. Mereka memberikan status berbeda-beda pada warganya. Dalam dunia orang melayu, mereka yang disebut "Orang Melayu" pastilah beragama islam. Jika mereka bukan beragama islam, maka mereka di luar dari dunia melayu tersebut, meskipun secara etnis memang mereka orang melayu. Jadi, orang keturunan bangsa lain yang tinggal di Malaysia jika memang beragama islam maka akan tetap disebut orang melayu. Dengan hal tersebut...